Tata Cara Shalat Hātim al-Ashamm

Dikisahkan bahwa `Ishām ibn Yūsuf mendatangi majelis Hātim al-Ashamm untuk berdiskusi.

`Ishām bertanya, “Wahai Abū `Abd al-Rahmān, bagaimana cara engkau shalat?”

Hātim menatap `Ishām, lalu menjawab, “Jika tiba waktu shalat, aku berdiri kemudian melakukan wudhu, baik secara zahir maupun batin.”

“Apa yang engkau maksud dengan wudhu secara batin?”

“Wudhu yang zahir adalah aku membasuh anggota tubuhku dengan air (sebagaimana yang umum diketahui). Sementara, wudhu secara batin adalah aku membersihkan anggota tubuhku dengan taubat, penyesalan, serta melepaskan kecintaan kepada dunia, pujian makhluk, jabatan dan kedengkian.”

“Selanjutnya, aku melangkahkan kakiku ke masjid. Saat shalat ditegakkan, aku bentangkan seluruh anggota tubuhku, aku saksikan Ka`bah sambil berdiri antara kebutuhanku dan kecemasanku, sementara Allah melihatku. Surga di kananku, Neraka di kiriku, malaikat maut di belakang punggungku, aku letakkan kakiku di atas al-Shirāth (Titian Akhirat), dan aku jadikan shalat itu adalah shalat terakhirku.”

“Lalu aku berniat dan bertakbir dengan ihsān, aku baca Quran dengan perlahan dan penghayatan, aku ruku` dengan tawādhu`, aku sujud dengan ketundukan, aku ber-tasyahhud dengan pengharapan, dan aku mengucapkan salam dengan keikhlasan. (Selanjutnya, aku tidak tahu apakah shalatku itu diterima atau tidak.) Ini adalah shalatku sejak tiga puluh tahun.”

`Ishām berkata, “Ini adalah hal yang tidak sanggup dilakukan oleh selain dirimu.” Lalu ia menangis sejadi-jadinya.

[Referensi: al-Nawādir, al-Qalyūbiy, hlm. 3; dan sumber lainnya.]

*****

Sungguh, betapa jauhnya shalat kita dengan shalat orang-orang saleh tersebut. Semoga kelak kita mampu meneladani mereka.

Salam,

~adni kurniawan

*Sumber gambar dari hasil pencarian Google di sini.

حكي: أن عصام بن يوسف أتى مجلس حاتم الأصم فأراد الاعتراض عليه. فقال: يا أبا عبد الرحمن كيف تصلي؟ فحول حاتم وجهه إلى عصام، وقال اله: إذا جاء وقت الصلاة قمت فأتوضأ وضوءاً ظاهراً وباطناً. فقال عصام: كيف الوضوء الباطن؟ فقال: أما الوضوء الظاهر فأغسل الأعضاء بالماء؛ وأما الوضوء الباطن فأغسل بسبحة أشياء بالتوبة والندامة وترك حب الدنيا وثناء الخلق والرياسة والغل والحسد؛ ثم أذهب إلى المسجد فأبسط الأعضاء فأرى الكعبة فأقوم بين حاجتي وحذري والله ناظري والجنة عن يميني والنار عن شمالي وملك الموت خلف ظهري، وكأني واضع قدمي على الصراط، وأظن أن هذه الصلاة آخر صلاة أصليها؛ ثم أنوي وأكبر بالإحسان وأقرأ بالتفكر وأركع التواضع وأسجد بالتضرع، وأتشهد بالرجاء وأسلم بالإخلاص. فهذه صلاتي منذ ثلاثين سنة. فقال له عصام: هذا شيء لا يقدر عليه غيرك. وبكى بكاء شديداً.

Be Sociable, Share!
Filed in: Kisah, Orang Saleh -- Islami, Tazkiyah Nafs Tags: 

You might like:

Membincang Fenomena ‘Pemaksaan’ Anak Masuk Pesantren (Terlebih Pada Usia Dini) Membincang Fenomena ‘Pemaksaan’ Anak Masuk Pesantren (Terlebih Pada Usia Dini)
Pengemis yang Dulu Itu… Pengemis yang Dulu Itu…
Dialog al-Hafizh Ibn Hajar dan Yahudi Miskin Dialog al-Hafizh Ibn Hajar dan Yahudi Miskin
Goresan Lemparan Batu Goresan Lemparan Batu

One Response to "Tata Cara Shalat Hātim al-Ashamm"

  1. mas bas says:

    masyaAllah, luar biasa.

    Ustadz, tulisannya bagus-bagus,

Leave a Reply

Submit Comment

© 2013 in between…. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: